Lompat ke isi utama

Berita

Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif 2025 Resmi Dimulai, Bawaslu Dorong Keterlibatan Aktif Masyarakat Mengawal Demokrasi

humas 12 Mei 2026

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI, Lolly Suhenty, secara resmi membuka Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2025 di Kantor Bawaslu Kabupaten Tangerang, Selasa (12/5/2025).

Jakarta Barat - Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2025 resmi dimulai melalui kegiatan Kick Off yang diselenggarakan pada Selasa (12/5/2025) di Kantor Bawaslu Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan partisipatif guna mewujudkan demokrasi yang berintegritas, partisipatif, dan bermartabat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Bawaslu Republik Indonesia, Bawaslu Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta para peserta P2P yang berasal dari berbagai unsur masyarakat. Selain dilaksanakan secara langsung, kegiatan juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Bawaslu RI sehingga dapat disaksikan oleh masyarakat luas dan jajaran pengawas pemilu dari berbagai daerah. Acara berlangsung penuh semangat dengan membawa pesan penting tentang pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

Ketua Bawaslu Provinsi Banten, Ali Faisal, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Pendidikan Pengawas Partisipatif tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan tindakan nyata dari masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. “Kami berharap P2P tahun ini dapat menjadi bentuk tindakan nyata keterlibatan aktif masyarakat dan kepedulian bersama dalam mengawal demokrasi untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas, bermartabat, partisipatif, dan demokratis,” ujar Ali Faisal. Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan salah satu kekuatan penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu. Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, potensi pelanggaran maupun konflik dalam tahapan pemilu dapat diminimalisasi sejak dini.

Sementara itu, Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan P2P di Kabupaten Tangerang. Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 di Kabupaten Tangerang tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak, baik pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, maupun masyarakat. “Prospek dan progres penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 di Kabupaten Tangerang berjalan dengan lancar. Saat saya masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah, saya ikut terlibat dalam memastikan penyelenggaraan pemilu dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya. Ia berharap Pendidikan Pengawas Partisipatif dapat menjadi “pagar demokrasi” yang menjaga pelaksanaan pemilu ke depan tetap berlangsung secara jujur, adil, dan kondusif. Dalam suasana penuh keakraban, Bupati Tangerang juga menutup sambutannya dengan pantun yang disambut antusias peserta.

"Jalan-jalan ke Tigaraksa,
singgah sebentar membeli ketan,
Bersama Bawaslu kita jaga demokrasi bangsa,
agar pemilu bermartabat dan membawa kemajuan."

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi Pendidikan Pengawas Partisipatif oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI, Lolly Suhenty.

Dalam arahannya, Lolly menyampaikan tiga hal penting yang menjadi inspirasi dalam pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif. Pertama, pentingnya menyukseskan demokrasi sebagaimana amanat undang-undang dengan melibatkan seluruh pihak untuk mencegah konflik dan menyiapkan demokrasi yang lebih baik sejak sekarang. “Demokrasi adalah mandat yang harus dikawal bersama oleh semua pihak. Demokrasi yang baik membutuhkan proses dan keterlibatan semua orang,” tegas Lolly.

Kedua, ia menyoroti Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Kabupaten Tangerang yang masuk kategori rawan tinggi sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat agar potensi kerawanan tersebut tidak benar-benar terjadi dalam pelaksanaan pemilu mendatang.

Ketiga, Lolly mengingatkan bahwa tahapan pemilu berikutnya akan segera dimulai pada tahun depan. Menurutnya, sesuatu yang terasa masih jauh sesungguhnya sudah semakin dekat sehingga kesiapan kader pengawas partisipatif perlu dipersiapkan sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Lolly juga memaparkan empat karakter utama yang harus dimiliki kader pengawas partisipatif, yakni logis, kritis, berani, dan berdampak bagi masyarakat. Sikap kritis, menurutnya, harus diwujudkan dengan keberanian mempertanyakan berbagai persoalan demi menjaga kualitas demokrasi Indonesia, disertai kebiasaan membaca dan menulis informasi secara aktif. “Kader pengawas partisipatif harus berani menyuarakan apa yang dipikirkan dan ditemukan. Kehadiran mereka harus memberikan dampak nyata bagi demokrasi di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sebagai tanda resmi dimulainya Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2025, dilakukan seremoni pemukulan gong oleh Lolly Suhenty. Kegiatan juga diisi dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan peserta P2P sebagai simbol dimulainya proses pendidikan dan penguatan kapasitas pengawasan partisipatif.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta serta tamu undangan dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus menjaga demokrasi yang sehat dan bermartabat.

Penulis dan Foto: Derinah
Editor: Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat