SKOLASTIK EDISI APRIL SASAR PEMILIH PEMULA DI PONDOK PESANTREN
|
JAKARTA – Bawaslu Kota Jakarta Barat terus mendorong penguatan pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda melalui program Skolastik (Sekolah, Keterampilan Teknik Pemilu dan Pengawasan Partisipatif). Kegiatan Skolastik kali ini mengambil tempat di Pondok Pesantren Al-Washilah pada Senin, 20 April 2026 yang melibatkan siswa-siswi MTs dan SMK Al-Washilah beserta jajaran pengurus sekolah
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMK Al-Washilah Lukmanul Hakim menyampaikan rasa terima kasih kepada Bawaslu Kota Jakarta Barat karena telah menginisiasi program pendidikan politik di lingkungan sekolahnya, serta menekankan kepada seluruh peserta agar mampu memahami secara mendalam terhadap materi-materi yang disampaikan oleh narasumber. Adapun narasumber yang hadir pada kegiatan ini adalah Anggota Bawaslu Kota Jakarta Barat, Fitriani dan Ketua serta Anggota KPU Kota Jakarta Barat.
Ketua KPU Kota Jakarta Barat, Endang Istiani menyampaikan dalam sambutannya bahwa penting bagi generasi z untuk memahami politik dan kepemiluan secara utuh. Baginya, di era digitalisasi seperti saat ini, anak-anak muda sangat rentan terhadap informasi palsu yang berpotensi memecah belah kesatuan bangsa.
Diskusi Skolastik dipandu oleh Ibu Nenden selaku Kepala Sekolah MTs Al-Washilah, yang sekaligus memberikan pengantar dengan menyampaikan bahwa kesadaran politik merupakan hal mendasar bagi generasi muda. Ia menyampaikan bahwa hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat berkaitan erat dengan politik dan kebijakan publik, di mana proses Pemilihan Umum merupakan sarana kedaulatan politik rakyat.
Anggota Bawaslu Kota Jakarta Barat, Fitriani menyampaikan materi tentang peran strategis generasi muda dalam demokrasi. Ia menekankan bahwa Generasi Z diprediksi akan menjadi demografi yang paling diperebutkan pada Pemilu mendatang, terlebih jumlahnya cukup signifikan di wilayah Jakarta Barat yakni 20,61% dari total Daftar Pemilih Tetap
“Gen Z kedepannya akan mnejadi demografi penting. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk menjadi pemilih cerdas dengan memahami Pemilu secara utuh dan tidak rentan terhadap provokasi,” jelas Fitriani
Dalam pemaparannya, Fitriani juga memaparkan adanya lembaga-lembaga penyelenggara Pemilu di Indonesia, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), beserta fungsi dan kewenangan masing-masing. Selain itu, ia menjelaskan tahapan-tahapan Pemilu, mulai dari verifikasi peserta Pemilu, pemutakhiran data pemilih, hingga tahapan kampanye.
Selanjutnya, Reza Fajrin selaku Anggota KPU Kota Jakarta Barat memaparkan materinya terkait teknis kepemiluan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana KPU Kota Jakarta Barat dalam usaha meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu terutama bagi pemilih pemula. Ia menekankan pentingnya pemilih pemula memilih sumber informasi di era globalisasi dan digitalisasi.
Kegiatan Skolastik dikemas secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab, sehingga para siswa dapat menyampaikan pandangan serta pertanyaan seputar isu kepemiluan dan demokrasi. Pendekatan ini mendorong siswa untuk berpikir kritis dan memahami bahwa pengawasan Pemilu bukan hanya tugas penyelenggara, tetapi juga tanggung jawab bersama.
Menutup kegiatan, Fitriani menyampaikan bahwa kedepannya Bawaslu Kota Jakarta Barat akan terus menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah khususnya di wilayah Kota Jakarta Barat dalam rangka pelaksanaan program inovasi SKOLASTIK. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus Pondok Pesantren Al-Washilah dan berharap kedepannya ada kerjasama yang lebih erat antara Pondok Pesantren Al-Washilah dan Bawaslu Kota Jakarta Barat demi menyukseskan pengawasan pemilu.
Penulis dan Foto: Ginanjar Pangestu Aji
Editor: Humas Bawaslu Jakarta Barat