Lompat ke isi utama

Berita

Komisioner Bawaslu RI Totok Hariyono Kunjungi Bawaslu Jakarta Barat, Dorong Penguatan Konsolidasi Demokrasi

humas 29 April 2026

Komisioner Bawaslu RI, Totok Hariyono, memberikan arahan kepada jajaran Bawaslu Kota Jakarta Barat saat kunjungan kerja di Kantor Bawaslu Kota Jakarta Barat, Rabu (29/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya konsolidasi demokrasi, penguatan peran kelembagaan, serta kedekatan Bawaslu dengan masyarakat.

Jakarta Barat – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Jakarta Barat menerima kunjungan Komisioner Bawaslu Republik Indonesia, Totok Hariyono, pada Rabu (29/4/2026) pukul 11.00–12.00 WIB di Kantor Bawaslu Kota Jakarta Barat. Kunjungan ini menjadi momentum penguatan peran kelembagaan dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya melalui konsolidasi internal dan peningkatan kedekatan dengan masyarakat.

Dalam arahannya, Totok Hariyono menekankan bahwa tujuan utama penyelenggaraan pemilu tidak hanya sebatas pelaksanaan prosedural, tetapi juga menyangkut substansi demokrasi, seperti konversi suara menjadi kursi dan pemahaman terhadap nilai atau “harga” satu suara dalam sistem demokrasi. “Setiap suara memiliki nilai yang menentukan arah representasi politik. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memastikan bahwa proses konversi suara ke kursi berjalan dengan akuntabel dan berintegritas,” ujar Totok.

Ia juga menjelaskan bahwa instruksi konsolidasi demokrasi menjadi langkah strategis yang perlu dijalankan secara konsisten oleh seluruh jajaran Bawaslu, guna menjaga soliditas organisasi serta memastikan efektivitas kerja pengawasan.

Lebih lanjut, Totok mendorong agar kantor Bawaslu tidak hanya berfungsi sebagai ruang administratif, tetapi juga sebagai “rumah pergerakan” demokrasi. Kantor Bawaslu diharapkan dapat menjadi ruang terbuka bagi para aktivis, masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk berdiskusi dan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya pengawasan pemilu. “Kantor Bawaslu harus hidup. Jadikan sebagai rumah pergerakan, tempat diskusi, sehingga terbangun ikatan yang kuat antara Bawaslu dan masyarakat. Dari situ akan lahir juga \dukungan publik agar Bawaslu tetap eksis dan kuat,” tegasnya.

Ia menambahkan, modal utama dalam penguatan demokrasi adalah suara dan literasi dari kita sebagai penyelenggara demokrasi. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran demokrasi, khususnya di Jakarta sebagai pusat pemerintahan, menjadi hal yang sangat penting. “Jakarta sebagai pusat harus memiliki tingkat kesadaran demokrasi yang tinggi. Bawaslu harus proaktif, jemput bola, dan menjadikan setiap aktivitas harian sebagai bagian dari kerja-kerja demokrasi,” ungkap Totok.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan simbol-simbol kelembagaan, termasuk logo yang digunakan sehari-hari, sebagai sarana edukasi demokrasi kepada masyarakat. Menurutnya, setiap elemen dapat menjadi medium untuk membangun pemahaman publik terhadap Bawaslu.

Menutup arahannya, Totok mengajak seluruh jajaran Bawaslu untuk terus berperan aktif dalam membangun kesadaran masyarakat dari berbagai kalangan terhadap pentingnya pengawasan pemilu. “Kita harus mampu membangunkan kesadaran masyarakat dari berbagai golongan untuk mengetahui, memahami, dan terlibat dalam kegiatan Bawaslu,” pungkasnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat peran Bawaslu Kota Jakarta Barat sebagai lembaga pengawas pemilu yang tidak hanya profesional, tetapi juga dekat dan dipercaya oleh masyarakat.

Penulis dan Foto: Derinah dan Lulu A.
Editor: Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat