Laporan Akhir Diserahkan, Bawaslu Jakarta Barat Siap Perkuat Pencegahan di 2026
|
Jakarta Barat - Pada 7 Januari 2026, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Jakarta Barat secara resmi menyerahkan Laporan Akhir Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja atas pelaksanaan tugas selama satu periode kerja.
Laporan akhir ini menjadi dokumen penting yang tidak hanya merekam berbagai capaian, tetapi juga menggambarkan secara menyeluruh upaya-upaya pencegahan pelanggaran serta penguatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Selama periode kerja, Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat telah menjalankan berbagai program strategis yang berfokus pada peningkatan kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan partisipatif.
Beragam kegiatan sosialisasi, edukasi kepemiluan, hingga kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun budaya pengawasan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui pendekatan pencegahan, Bawaslu berupaya meminimalisir potensi pelanggaran sejak dini, sekaligus mendorong masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga integritas proses demokrasi.
Penyerahan laporan akhir ini juga mencerminkan komitmen Bawaslu Kota Jakarta Barat dalam menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas kelembagaan. Setiap kegiatan dan program yang telah dilaksanakan didokumentasikan secara sistematis, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam merancang strategi pengawasan ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Roup selaku pengampu Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kota Jakarta Barat turut memberikan arahan kepada jajaran staf. Ia menyampaikan bahwa capaian kinerja sepanjang tahun 2025 patut diapresiasi sebagai hasil kerja bersama, namun tidak boleh menjadi alasan untuk berpuas diri.
Ia menghimbau agar seluruh jajaran tetap menjaga semangat dan meningkatkan kinerja, mengingat masih banyak agenda pencegahan pelanggaran dan penguatan partisipasi masyarakat yang perlu dikejar di tahun 2026. Menurutnya, tantangan ke depan membutuhkan kesiapan yang lebih matang serta inovasi dalam pendekatan pengawasan yang melibatkan masyarakat secara lebih luas.
Dengan diserahkannya laporan akhir ini, Bawaslu Kota Jakarta Barat menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penguatan partisipasi masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Ke depan, komitmen ini akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi yang lebih baik.
Penulis: Farryz Muchtar
Editor: Derinah
Foto: Bawaslu Provinsi DKI Jakarta