Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Komisi II DPR RI Tekankan Pentingnya Qowiyyun dan Aminun bagi PNS Bawaslu RI

humas 20 Mei 2026

Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, dalam Penutupan Pelantikan PNS Angkatan VI Bawaslu RI, Rabu (20/05/2026).

Jakarta - Ketua Komisi II DPR RI, Dr. M. Rifqinizamy Karsayuda, S.H., M.H. menekankan pentingnya kapasitas dan integritas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam acara penutupan pelantikan PNS Angkatan VI Bawaslu RI yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (20/5/2026) pukul 20.15 WIB.

Dalam sambutannya, Rifqinizamy menyampaikan bahwa setiap PNS wajib memiliki karakter qowiyyun dan aminun, yang berarti kuat dan jujur dalam menjalankan amanah sebagai pelayan publik.

“PNS harus memiliki karakter qowiyyun dan aminun, yakni kuat dalam kapasitas dan jujur dalam integritas,” ujar Rifqinizamy.

Ia menjelaskan, kekuatan yang dimaksud tidak hanya sebatas kemampuan teknis, tetapi juga menyangkut kualitas intelektual, komunikasi, hingga kepemimpinan.

Menurutnya, poin pertama yang harus dimiliki ASN adalah kuat secara intelektual dan kapasitas. ASN dituntut terus belajar serta meningkatkan kemampuan dalam memahami berbagai persoalan organisasi dan masyarakat.

Kedua, ASN harus kuat dalam komunikasi verbal maupun tertulis. Kemampuan menyusun kajian yang rasional, mudah dipahami, serta membuat berita acara yang baik menjadi bagian penting dalam mendukung profesionalisme kerja birokrasi.

“Belajarlah membuat kajian yang rasional dan mudah dipahami, termasuk menyusun berita acara yang baik sebagai bentuk tanggung jawab administrasi,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan (leadership) bagi setiap ASN. Menurutnya, seorang ASN harus mampu membaca persoalan, melihat langkah strategis, memberikan rekomendasi, serta mencari solusi terhadap setiap tantangan yang muncul.

“Leadership adalah kemampuan membaca masalah dan menentukan langkah strategis. ASN juga harus terus membuka diri dalam proses pembelajaran dan membangun kapasitas jaringan yang kuat,” jelasnya.

Selain kapasitas dan kepemimpinan, Rifqinizamy menegaskan bahwa kejujuran dan integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

“Integritas adalah kunci utama. Kejujuran akan menentukan kualitas pengabdian seorang ASN kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi II DPR RI juga menekankan tiga konsep utama organisasi dan pengembangan sumber daya manusia yang dapat menjadi acuan bagi para PNS Bawaslu RI, yakni tour of duty, tour of area, dan tour of time.

Konsep tour of duty dimaknai sebagai pengalaman lintas penugasan untuk memperluas kompetensi dan pengalaman kerja ASN. Sementara tour of area menekankan pentingnya pemahaman terhadap karakteristik wilayah dan tantangan yang berbeda di setiap daerah. Adapun tour of time menjadi pengingat agar ASN mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan dinamika organisasi.

Acara penutupan pelantikan PNS Angkatan VI Bawaslu RI berlangsung khidmat dan penuh semangat, sebagai momentum penguatan komitmen ASN untuk bekerja secara profesional, adaptif, dan berintegritas dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Penulis: Derinah

Foto dan Editor: Fitriani