Lompat ke isi utama

Berita

Tahun Baru Islam dan Demokrasi: Momentum Hijrah Menuju Demokrasi yang Lebih Bermartabat

Konten Grafis Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H (16/06) oleh Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat

Konten Grafis Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H (16/06) oleh Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat

Setiap tanggal 1 Muharram, umat Islam di seluruh dunia memperingati Tahun Baru Islam sebagai penanda dimulainya kalender Hijriah. Peristiwa ini tidak sekadar menjadi pergantian tahun, tetapi juga mengingatkan pada momentum hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah merupakan simbol perubahan menuju keadaan yang lebih baik, lebih adil, dan lebih bermartabat.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, nilai-nilai hijrah memiliki relevansi yang kuat dengan praktik demokrasi. Demokrasi bukan hanya soal memilih pemimpin atau mengikuti pemilu, melainkan juga tentang membangun kehidupan bersama yang menjunjung keadilan, kejujuran, musyawarah, serta penghormatan terhadap perbedaan.

Makna hijrah dapat dimaknai sebagai ajakan untuk terus memperbaiki kualitas demokrasi. Jika masih terdapat praktik politik uang, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, atau polarisasi yang memecah belah masyarakat, maka Tahun Baru Islam menjadi momentum untuk berhijrah dari perilaku-perilaku tersebut menuju budaya politik yang sehat dan berintegritas.

Dalam ajaran Islam, musyawarah merupakan salah satu prinsip penting dalam pengambilan keputusan. Nilai ini sejalan dengan demokrasi yang memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan berpartisipasi dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Melalui musyawarah, perbedaan tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai kekayaan yang dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi kepentingan bersama.

Selain itu, peringatan Tahun Baru Islam juga mengajarkan pentingnya introspeksi. Sebagaimana individu diajak mengevaluasi diri atas perjalanan selama setahun terakhir, demokrasi pun perlu terus dievaluasi agar semakin mampu mewujudkan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berpihak kepada rakyat. Partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan proses pemilu menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

Bagi penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, peserta pemilu, maupun masyarakat, semangat Tahun Baru Islam dapat menjadi pengingat untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Demokrasi yang berkualitas tidak hanya lahir dari regulasi yang baik, tetapi juga dari karakter dan integritas seluruh pihak yang terlibat di dalamnya.

Pada akhirnya, perayaan Tahun Baru Islam mengandung pesan bahwa perubahan menuju kebaikan harus terus dilakukan. Semangat hijrah dapat menjadi inspirasi untuk membangun demokrasi yang lebih dewasa, inklusif, dan bermartabat. Dengan menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan moral dalam kehidupan demokrasi, diharapkan tercipta masyarakat yang harmonis, berkeadilan, dan mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Penulis dan Editor: Fachrur Rozi

Ilustrasi: Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat