Lompat ke isi utama

Berita

Skolastik Episode 2 digelar di SMA dan SMK Cinta Kasih Tzu Chi Kota Jakarta Barat

humas 5 Mei 2026

Kegiatan Skolastik yang diadakan di SMA dan SMK Cinta Kasih Bunda Tzu Chi Kota Jakarta Barat, Selasa (5/5/2026).

Jakarta Barat - Selasa 5 Mei 2026, Pukul 10:00-Selesai Bawaslu Kota Jakarta Barat melalui Koordinator Divisi SDM Organisasi dan Pendidikan Pelatihan gandeng Koordinator Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Jakarta Barat, lakukan kolaborasi guna penguatan demokrasi jelang persiapan pemilu mendatang. Skolastik Episode 2 ini digelar di SMA dan SMK Cinta Kasih Tzu Chi, Kota Jakarta Barat untuk memenuhi kebutuhan sekolah dalam hal penguatan materi yang relasinya dengan demokrasi partisipatif, yakni pendidikan pemilih. Acara melibatkan sejumlah 300 peserta yang terdiri dari seluruh kelas XI dan XII SMA dan SMK, beserta Kepala Sekolah, dan para Guru.

Kolaborasi ini dilakukan sebagai upaya penguatan demokrasi jelang persiapan pemilu mendatang. Materi yang disampaikan mencakup,  penyelenggaraan pemilu, peran siswa, dan Bawaslu dalam mengawasi pemilu, serta kiat menjadi pemilih cerdas, kritis, dan aktif. KPU menjelaskan materi meliputi,  sistem pemilu, tugas KPU, dan peran pemilih dalam pemilu. Tujuan acara ini tentu untuk membekali siswa dengan pemahaman kepemiluan, peran pengawas, serta pentingnya menjadi pemilih cerdas dan kritis.

Pendidikan pemilih sejak di bangku sekolah menjadi bentuk pencegahan dini dan penting bagi penguatan pemahaman siswa. Program ini hadir sebagai wujud keselarasan antara teori belajar di kelas kewarganegaraan/PKN dan praktek demokrasi di pemilu. Besar harapan ke depan para siswa SMA dan SMK Cinta Kasih Tzu Chi paham bahwa suara mereka punya dampak langsung pada kualitas demokrasi. Skolastik Episode 2 ini bukan sekadar sosialisasi, namun mampu melahirkan generasi muda yang berani mengawasi, berani lapor, dan berani tolak politik uang serta hoaks.

Kolaborasi Bawaslu dan KPU Kota Jakarta Barat ini merupakan wujud sinergi penyelenggara pemilu untuk penguatan penyelenggaraan pemilu yang berintegritas dan demokratis. Siswa yang paham aturan, proses pemilu diharapkan ke depan bisa lebih tertib dan berkualitas dalam menggunakan hak pilih dan perannya dalam pengawasan partisipatif. Pemilih pemula menjadi pemilih dengan segmentasi paling potensial secara jumlah, jika sejak dini mereka dibekali literasi pemilu, maka angka partisipasi meningkat, dan integritas pemilu juga akan menguat.

Penulis dan Foto: Fitriani
Editor: Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat