Lompat ke isi utama

Berita

A Series of Kartini Day Talks — Episode 7 “Kolaborasi Bawaslu dan IPPNU Jakarta Barat: Bangun Self-Worth Perempuan untuk Perkuat Demokrasi”

humas 28 April 2026

Narasumber dan Peserta zoom mengikuti kegiatan A Series of Kartini Day Talks — Episode 7 “Kolaborasi Bawaslu dan IPPNU Jakarta Barat: Bangun Self-Worth Perempuan untuk Perkuat Demokrasi”, Minggu (26/4/2026).

Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Bawaslu Kota Jakarta Barat turut berkolaborasi dalam kegiatan webinar bertajuk “Perempuan Berdaya: Dari Self-Worth Menuju Peran dalam Demokrasi” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu (26/04/2026) pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian A Series of Kartini Day Talks yang bertujuan mendorong penguatan kapasitas dan peran perempuan, khususnya pelajar putri, dalam kehidupan demokrasi.

Kegiatan dibuka oleh moderator Revita Putri Sadewi yang menyampaikan bahwa keberdayaan perempuan merupakan proses panjang yang tidak instan, melainkan melalui pembelajaran, pengalaman, dan keberanian untuk berkembang. Ia juga mengutip pesan Raden Ajeng Kartini yang menegaskan bahwa perjuangan perempuan adalah perjalanan yang terus bertumbuh. Momentum ini, menurutnya, tidak hanya menjadi refleksi peringatan Hari Kartini, tetapi juga upaya menumbuhkan rasa percaya diri pelajar putri agar siap mengambil peran di tengah masyarakat.

Sambutan disampaikan oleh Ketua PC IPPNU Jakarta Barat, Chintya Haryani Putri Efendi yang menekankan pentingnya self-worth atau kesadaran akan nilai diri sebagai fondasi utama keberdayaan perempuan. Ia menyampaikan bahwa pelajar putri memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan dalam hal kepercayaan diri dan keberanian tampil di ruang publik. Melalui organisasi seperti IPPNU, pelajar putri didorong untuk aktif, berani menyampaikan pendapat, serta mengembangkan kapasitas kepemimpinan sebagai bekal berpartisipasi dalam demokrasi.

Pada sesi materi, narasumber pertama, Hj. Puti Hasni menjelaskan bahwa keberdayaan perempuan berawal dari pemahaman terhadap nilai diri (self-worth). Perempuan yang memiliki kesadaran diri akan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan dan menghadapi tantangan. Ia juga menyoroti peran strategis organisasi pelajar putri seperti IPPNU sebagai ruang pembinaan karakter, penguatan kapasitas, serta sarana pembelajaran kepemimpinan dan partisipasi sosial. Menurutnya, melalui proses berorganisasi, perempuan tidak hanya berdaya secara personal, tetapi juga mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial dan demokrasi.

Narasumber kedua, Endang Istianti memaparkan pentingnya integritas dan profesionalitas dalam penyelenggaraan pemilu. Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap demokrasi sangat ditentukan oleh kinerja penyelenggara pemilu yang jujur, transparan, dan akuntabel. Selain itu, penyelenggara pemilu dituntut untuk menjaga netralitas serta memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, kualitas demokrasi dapat terjaga dan partisipasi masyarakat semakin meningkat.

Sementara itu, narasumber ketiga, Fitriani menyampaikan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini tetap relevan di era demokrasi modern. Ia menekankan bahwa akses pendidikan dan kesetaraan yang diperjuangkan Kartini menjadi fondasi penting dalam mendorong peran perempuan di berbagai bidang saat ini. Menurutnya, perempuan masa kini memiliki peluang yang lebih luas, namun tetap memerlukan kesiapan, kepercayaan diri, dan keberanian untuk mengambil peran tersebut.

Lebih lanjut, Fitriani menegaskan bahwa generasi muda, khususnya kader IPPNU, memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan semangat perjuangan Kartini melalui peningkatan kapasitas diri, keterlibatan aktif dalam organisasi, serta partisipasi dalam kehidupan sosial dan demokrasi. Semangat Kartini di era modern diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti keberanian menyampaikan pendapat, aktif berorganisasi, serta berkontribusi dalam lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong lahirnya perempuan-perempuan muda yang berdaya, percaya diri, serta mampu berperan aktif dalam memperkuat demokrasi yang inklusif, berintegritas, dan berkeadilan.

Penulis dan Foto: Ahmad Muhajir
Editor: Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat