Sasar Pemilih Pemula dan Gen Z, Bawaslu Jakarta Barat Gandeng IPNU dan IPPNU
|
Jakarta Barat - Setelah menerima kunjungan GP Ansor, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Jakarta Barat melanjutkan agenda audiensi bersama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jakarta Barat. Pertemuan ini berlangsung pada Kamis (9/7/2026) pukul 15.00 WIB di Kantor Bawaslu Jakarta Barat.
Acara yang dipandu oleh Ginanjar Pangestu Aji sebagai Master of Ceremony (MC) ini berfokus pada strategi kolaborasi untuk merangkul pemilih pemula dan generasi z (Gen Z) menyongsong pemilu mendatang.
Melanjutkan Estafet Kolaborasi dan Melawan Apatisme Gen Z
Wakil Ketua Bendahara IPNU Jakarta Barat menjelaskan bahwa tujuan utama audiensi ini adalah untuk menyambung kembali tongkat estafet kerja sama yang sebelumnya telah terjalin baik dengan Bawaslu. IPNU berkomitmen penuh untuk mengambil peran aktif, khususnya dalam mengedukasi segmen pemilih pemula.
Senada dengan hal tersebut, Ketua IPPNU Jakarta Barat, Chintya, menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini terkait dunia politik.
"Saat ini, sekian persen Gen Z sudah mulai apatis terhadap pemilu. Bahkan, tidak jarang mereka hanya dijadikan objek manipulatif demi kepentingan pemilu. IPPNU merasa bertanggung jawab untuk menjadi garda terdepan bagi pemilih pemula di kalangan Gen Z agar mereka bisa berkontribusi besar bagi masa depan pemilu," ungkap Chintya.
Chintya juga jujur mengakui bahwa sekitar 80% kader IPPNU saat ini masih minim literasi sebagai pemilih pemula. Oleh karena itu, pihaknya berharap Bawaslu Jakarta Barat dapat berkolaborasi mengisi ruang-ruang sosialisasi kepemiluan bagi para kader.
Edukasi Sedini Mungkin dan Pengawasan Demokrasi
Merespons harapan tersebut, Ketua Bawaslu Jakarta Barat, Wanda Gunawan Humala Daulay, menyambut hangat kehadiran rekan-rekan IPNU dan IPPNU.
"Terima kasih atas kehadirannya untuk menyambung kembali silaturahmi yang sempat terputus. Mengingat basis kader IPNU dan IPPNU didominasi oleh pelajar, edukasi dan sosialisasi kepemiluan sedini mungkin sangat bisa kita kolaborasikan. Harapannya, ilmu yang didapat dari Bawaslu nantinya bisa disebarluaskan kembali kepada teman sebaya, tidak dipendam sendiri," tutur Wanda.
Kepala Sekretariat Bawaslu Jakarta Barat, Priambodo, menambahkan bahwa Bawaslu siap menyelaraskan program kerja dengan IPNU dan IPPNU.
"Bawaslu bukan hanya pengawas pemilu, melainkan juga pengawas demokrasi. Di luar tahapan pemilu seperti sekarang, tugas kami adalah mengedukasi masyarakat mengenai demokrasi. Kita semua sepakat agar pemuda tidak apatis atau golput. Jika IPNU dan IPPNU memiliki kegiatan, silakan undang kami, Bawaslu siap hadir menjadi pemateri," tegas Priambodo.
Langkah Preventif Masif dan Peran Strategis Pelajar
Anggota Bawaslu Jakarta Barat, Fitriani, melihat potensi besar dari struktur kepengurusan IPNU dan IPPNU yang didominasi oleh 70% pelajar dan 30% mahasiswa. Menurutnya, potensi ini sangat strategis untuk melakukan pencegahan pelanggaran secara masif.
Fitriani pun menitipkan beberapa poin penting yang bisa menjadi "oleh-oleh" bagi para kader setelah audiensi ini:
Menjadi Pemilih Cerdas: Mampu menularkan ilmu dan materi kepemiluan dari Bawaslu kepada seluruh kader IPNU dan IPPNU.
Menjadi Pengawas Partisipatif: Aktif memberikan informasi awal serta melaporkan dugaan pelanggaran kepemiluan kepada Bawaslu.
Keterlibatan sebagai Penyelenggara: Mengambil peran langsung di lapangan. Rekan-rekan IPPNU/IPNU yang berusia minimal 17 tahun sudah bisa mendaftar sebagai anggota KPPS di TPS, sedangkan yang telah menginjak usia 21 tahun bisa terlibat sebagai pengawas pemilu (Adhoc).
Komitmen Berjalan Seiringan
Sebagai penutup, perwakilan IPNU dan IPPNU menyampaikan bahwa poin-poin yang dipaparkan Bawaslu menjadi pengingat penting bagi mereka untuk turut andil dalam mengawal iklim kepemiluan. Mereka berharap silaturahmi ini melahirkan kolaborasi yang lebih masif ke depan, serta mengapresiasi sambutan hangat dari jajaran Bawaslu Jakarta Barat.
Kegiatan audiensi ditutup dengan sesi foto bersama dan diakhiri secara resmi oleh MC.
Penulis: Derinah
Foto: Lulu A
Editor: Humas Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat