Lompat ke isi utama

Berita

Ramadan Jadi Momentum Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu di Jakarta Barat

humas 25 Februari 2025

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat, Abdul Roup menyampaikan pesan penguatan pengawasan partisipatif dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan di Jakarta Barat.

Jakarta Barat – Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga integritas demokrasi melalui pengawasan pemilu. Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kota Jakarta Barat dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan bersama masyarakat dan Sahabat Bawaslu di Jakarta Barat.

Abdul Roup menyampaikan bahwa nilai-nilai Ramadan seperti kesabaran, pengendalian diri, dan integritas sejalan dengan semangat pengawasan pemilu yang jujur dan adil. “Bulan Ramadan merupakan momen pendidikan karakter. Kita belajar menahan hawa nafsu, memperkuat kesabaran, serta menjaga integritas. Nilai-nilai tersebut juga menjadi fondasi penting dalam kerja-kerja pencegahan pengawasan pemilu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa wilayah Jakarta Barat memiliki dinamika sosial dan politik yang beragam, mulai dari kawasan perdagangan, permukiman padat penduduk, hingga ruang komunikasi digital yang aktif. Oleh karena itu, strategi pencegahan pelanggaran pemilu perlu dilakukan sejak dini dan melibatkan partisipasi masyarakat. Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Bawaslu Kota Jakarta Barat telah melakukan pemetaan kerawanan pemilu, memperkuat sosialisasi regulasi, serta mendorong keterlibatan berbagai unsur masyarakat seperti komunitas, mahasiswa, tokoh agama, dan pemuda dalam pengawasan partisipatif.

Selain itu, peran kehumasan juga dinilai semakin penting di era digital saat ini. Penyebaran informasi yang cepat melalui media sosial menuntut lembaga pengawas pemilu untuk terus hadir memberikan informasi yang transparan dan edukatif kepada masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, Bawaslu Kota Jakarta Barat berharap kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu dapat terus terjaga sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal pengawasan.

“Pengawasan pemilu bukan hanya tugas lembaga pengawas, tetapi juga tanggung jawab moral bersama. Ketika masyarakat terlibat dan pengawasan dilakukan secara bersama, maka demokrasi akan tumbuh sehat dan berintegritas,” pungkasnya. 

Penulis dan Foto: Derinah
Editor: Lulu Azizah