Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan 2026, Bawaslu Jakarta Barat Perkuat Literasi Kepemiluan dan Partisipasi Masyarakat

humas 4 Maret 2026

Anta Ovia Bancin menyampaikan materi dalam program “Ngabuburit Pengawasan 2026” penguatan pengawasan partisipatif pemilu

Jakarta Barat — Bawaslu menghadirkan ruang diskusi edukatif melalui program “Ngabuburit Pengawasan 2026” yang disiarkan melalui kanal YouTube sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi kepemiluan dan integritas pengawasan pemilu di tengah masyarakat.

Program ini dikemas dalam bentuk dialog santai menjelang waktu berbuka puasa dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, salah satunya Anta Ovia Bancin. Diskusi tersebut membahas berbagai isu terkait pengawasan pemilu, mulai dari penguatan integritas pengawas hingga pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu ingin menghadirkan ruang edukasi publik yang mudah diakses sekaligus menjadi sarana komunikasi antara lembaga pengawas pemilu dengan masyarakat. Program “Ngabuburit Pengawasan” sendiri merupakan bagian dari upaya pendidikan politik pada masa non-tahapan pemilu dengan pendekatan religius dan sosial kultural selama bulan Ramadan.

Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pengawas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Partisipasi publik dalam melaporkan dugaan pelanggaran, menyebarkan informasi yang benar, serta menjaga proses demokrasi menjadi elemen penting dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi bagi jajaran pengawas pemilu untuk memperkuat komitmen terhadap nilai integritas, profesionalitas, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas pengawasan. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat spiritualitas sekaligus konsolidasi kelembagaan pengawas pemilu.

Diskusi juga menyoroti tantangan pengawasan pemilu di era digital, terutama terkait penyebaran disinformasi dan hoaks politik di media sosial. Oleh karena itu, pengawas pemilu diharapkan mampu meningkatkan kapasitas literasi digital serta memperkuat strategi pencegahan pelanggaran pemilu melalui pendekatan yang adaptif dan kolaboratif.

Melalui program “Ngabuburit Pengawasan 2026”, Bawaslu berharap dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengawasan pemilu serta mendorong lahirnya budaya pengawasan partisipatif sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Penulis dan Foto: Lulu Azizah
Erditor: Derinah