Lompat ke isi utama

Berita

Mengawal dari Hulu ke Hilir: Fondasi Kerelawanan Warga demi Pemilu Jujur Adil

humas 17 Juni 2026

Pelaksanaan Daring Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat Tahun 2026

Jakarta Barat - Rangkaian Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu Kota Jakarta Barat pada Tema 4: Teknis Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif menggarisbawahi satu esensi mendasar: kedaulatan tertinggi dalam mengawal suara ada di tangan rakyat. Kelembagaan Bawaslu dibentuk oleh undang-undang, namun ruh pengawasan yang sesungguhnya ditiupkan oleh antusiasme warga yang menolak diam melihat kecurangan.

Sebuah pernyataan yang sangat lugas, tegas, dan langsung menyentuh akar filosofis pemilu datang dari Sahabat Ahmad Rifa'i. Melalui jawaban yang ringkas namun padat makna, Ahmad berhasil merangkum tujuan akhir dari setiap strategi pengawasan, sekaligus memberikan manifesto penting tentang bagaimana seharusnya masyarakat sipil mengambil peran.

Mendorong Tegaknya Menara Pemilu yang Jujur dan Adil

Dalam membaca pesan utama materi video, Ahmad Rifa'i langsung menembak pada sasaran inti dari seluruh muatan teknis pengembangan gerakan partisipatif.

"Supaya mendorong diadakan nya pemilu secara jujur dan adil."

Bawaslu Kota Jakarta Barat menilai pandangan ini sebagai sebuah pengingat yang kokoh. Semua instrumen, modul, metodologi, dan strategi kolaborasi yang dirancang dalam gerakan pengawasan partisipatif bermuara pada satu titik ideal tersebut: Luber Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil). Gerakan partisipatif dibentuk bukan sebagai pelengkap kosmetik demokrasi, melainkan sebagai pendorong utama agar keadilan pemilu tidak sekadar menjadi teks mati di dalam undang-undang, tetapi mewujud nyata di setiap jengkal proses tahapan.

Catatan Kritis: Pentingnya Pengawasan Berkelanjutan dari Awal Tahapan

Ketajaman berpikir Ahmad terlihat pada catatan kritis yang ia sampaikan terkait keterlibatan publik. Ia menyoroti pola perilaku masyarakat yang sering kali baru "terbangun" atau peduli ketika pemilu sudah memasuki fase puncak (hari pemungutan suara).

Ahmad melemparkan sebuah gagasan penting yang menjadi tantangan sosiologis kita bersama:

Kawal Sejak Langkah Pertama: Ahmad menegaskan bahwa idealisme pemilu yang jujur dan adil hanya bisa dicapai jika semua lapisan masyarakat mengawal pemilu dari awal.

Mematahkan Pola Reaktif: Fenomena yang sering terjadi di lapangan adalah masyarakat cenderung reaktif—baru ramai melapor ketika terjadi dugaan kecurangan di TPS. Padahal, celah kerawanan pemilu sudah membentang jauh sebelum itu, mulai dari pemutakhiran data pemilih, verifikasi faktual calon, hingga masa kampanye. Mengawal dari awal berarti menutup ruang manipulasi sejak di hulu, bukan sekadar meratapi dampaknya di hilir.

Relevansi Saat Ini: Menjadikan Pengawasan sebagai Napas Panjang

Pandangan Ahmad Rifa'i sangat kontekstual dengan dinamika politik hari ini. Kompleksitas kontestasi menuntut pengawasan yang bernapas panjang. Jika pengawasan partisipatif hanya dilakukan setengah-setengah atau sekadar hangat-hangat kuku di akhir tahapan, maka kualitas keadilan pemilu yang dihasilkan pun akan rapuh.

Masyarakat harus didorong untuk memiliki kesadaran bahwa setiap jengkal tahapan memiliki nilai penting yang setara. Keterlibatan aktif sejak awal, seperti mengecek hak pilih, mengawasi netralitas aparatur, hingga menyaring hoaks di media sosial adalah kontribusi nyata yang membuat ruang gerak bagi para pelaku kecurangan terkunci rapat.

Menyambut Komitmen Bersama Kader P2P

Bawaslu Kota Jakarta Barat memberikan apresiasi yang tinggi atas prinsip berpikir yang kokoh dari Sahabat Ahmad Rifa'i. Kalimat singkatnya merupakan sebuah desakan moral bagi kita semua untuk terus meluaskan jangkauan edukasi pemilu.

Merespons ajakan kritis dari Ahmad, Bawaslu Jakarta Barat berkomitmen untuk terus membuka ruang-ruang keterlibatan masyarakat di sepanjang tahapan berjalan, bukan hanya saat mendekati hari pencoblosan. Bersama kader-kader P2P yang memiliki visi pengawasan sejak dini seperti Sahabat Ahmad Rifa'i, mari kita gerakkan seluruh elemen warga Jakarta Barat untuk mengawal pesta demokrasi ini dari awal hingga akhir, demi tegaknya pemilu yang bersih, jujur, adil, dan bermartabat.

Penulis: Ahmad Rifa'i (Peserta P2P)
Foto: Humas Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat
Editor: Humas Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat