Memaknai Kenaikan Isa Almasih dalam Semangat Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif
|
Jakarta Barat — Peringatan Hari Kenaikan Isa Almasih yang jatuh pada 15 Mei 2026 menjadi momentum refleksi bagi seluruh masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, pengabdian, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan semangat demokrasi yang menjunjung tinggi integritas, keadilan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.
Kenaikan Isa Almasih dimaknai sebagai simbol pengharapan, keteladanan, dan penguatan iman untuk terus menebarkan kebaikan kepada sesama. Dalam konteks kehidupan demokrasi, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui sikap jujur, adil, serta peduli terhadap keberlangsungan proses demokrasi yang sehat dan bermartabat.
Sebagai lembaga pengawas pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia atau Bawaslu memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan yang berintegritas dan transparan. Namun, pengawasan demokrasi tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan serta keterlibatan aktif masyarakat.
Semangat pengawasan partisipatif menjadi salah satu bentuk nyata implementasi nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang juga tercermin dalam makna peringatan Kenaikan Isa Almasih. Masyarakat diajak untuk tidak apatis terhadap proses demokrasi, melainkan turut serta mengawasi jalannya pemilu agar berlangsung secara jujur, adil, dan demokratis.
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Jakarta Barat menyampaikan bahwa demokrasi yang sehat lahir dari kesadaran bersama untuk menjaga integritas prosesnya.
“Peringatan Kenaikan Isa Almasih mengajarkan nilai keteladanan, pengabdian, dan kejujuran. Nilai tersebut sejalan dengan semangat pengawasan demokrasi yang membutuhkan integritas dari seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa keberagaman di Indonesia merupakan kekuatan yang harus terus dijaga. Demokrasi tidak hanya berbicara tentang hak memilih, tetapi juga tentang menghormati perbedaan, menjaga persatuan, serta menciptakan ruang partisipasi yang inklusif bagi seluruh masyarakat.
Melalui semangat Hari Kenaikan Isa Almasih, diharapkan seluruh elemen bangsa dapat terus memperkuat komitmen dalam menjaga demokrasi yang damai, berintegritas, dan berkeadilan demi terciptanya pemilu yang berkualitas di masa mendatang.
Penulis: Rahardiani KA
Editor: Lulu A
Ilustrasi: Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat