Manfaatkan Waktu Non-Tahapan Pemilu, Bawaslu Jakarta Barat Menyelenggarakan Pendidikan Demokrasi Bagi Calon Pemilih Pemula.
|
Jakarta Barat - Menyadari pentingnya potensi pemilih pemula dalam pemilihan umum, Bawaslu Jakarta Barat menyelenggarakan pendidikan demokrasi bagi calon pemilih pemula. Kegiatan tersebut dikenalkan dengan sebutan “Demokrachat”. Program ini diselenggarakan pertama kali pada Selasa, 26 Mei 2026.
Untuk menunjukkan keseriusannya kegiatan Demokrachat Bawaslu Jakarta Barat menggandeng dua lembaga sekaligus yakni KPU Jakarta Barat dan Yayasan Generasi Menembus Batas yang dipimpin oleh Angki Yudistia, mantan staf khusus Kepresidenan di era Presiden Joko Widodo pada periode kedua kepemimpinannya.
Gelaran pertama Demokrachat berlokasi di SMA 65 Jakarta, dengan sasaran Kelas X A dan B. Anta Ovia Bancin selaku anggota Bawaslu Jakarta Barat yang mengampu kegiatan tersebut menyebutkan, pendidikan ini dimaksudkan kepada peserta didik sedini mungkin dikarenakan pemilihan umum paling dekat baru akan diselenggarakan pada Tahun 2029 mendatang. Sehingga kelas X pada saat ini juga sudah akan memperoleh hak pilihnya pada pemilihan di tahun tersebut. Tentunya pendidikan demokrasi ini juga mempertimbangkan kematangan peserta didik dalam menerima materi nantinya.
Bawaslu bersama dua lembaga lainnya juga bersepakat untuk menyampaikan materi pendidikan dengan sesederhana mungkin, sehingga dapat dengan mudah diterima oleh peserta didik. Kegiatan Demokrachat ini diagendakan akan berkolaborasi dengan sekolah-sekolah di seluruh wilayah se-Kota Jakarta Barat. Dengan harapan semakin banyak sekolah yang bekerja sama akan semakin banyak pula peserta didik yang teredukasi tentang demokrasi.
Dalam kegiatan Demokrachat ini Bawaslu dan KPU menyampaikan pentingnya peran pemilih pemula dalam pemilihan umum, karena merupakan regenerasi dari jumlah pemilih yang tentunya dapat menentukan arah kebijakan Indonesia kedepan melalui Pemilihan Eksekutif maupun Legislatif. Sedangkan Angki Yudistia memberikan materi pentingnya bagi pemilih pemula yang merupakan pengguna aktif sosial media untuk tidak mudah terpengaruh pada hoaks, propaganda dan informasi yang menyesatkan terkait pemilu.
Penulis dan Editor: Fachrur Rozi
Foto: Lulu A