Ketua Bawaslu Jakarta Barat: Integritas Pengawasan dan Data Pemilih Akurat Fondasi Demokrasi Berkualitas
|
Jakarta Barat — Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai integritas, tanggung jawab, serta komitmen dalam menjaga kualitas demokrasi. Nilai-nilai tersebut juga relevan dalam pelaksanaan tugas pengawasan pemilu, khususnya dalam memastikan akurasi data pemilih sebagai fondasi utama penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan bertajuk “Ramadhan sebagai Momentum Menjaga Integritas dan Akurasi Data Pemilih.” Kegiatan ini menghadirkan Wanda Gunawan Humala Daulay sebagai narasumber yang membagikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan pengawasan pemilu.
Dalam pemaparannya, Wanda menegaskan bahwa integritas merupakan prinsip utama yang harus dimiliki oleh setiap penyelenggara dan pengawas pemilu. Integritas tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyangkut komitmen moral untuk menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab. Selain itu, ia menyoroti pentingnya akurasi data pemilih dalam memastikan setiap warga negara yang memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya secara sah. Data pemilih yang valid dan mutakhir menjadi dasar utama bagi penyelenggaraan pemilu yang transparan dan berkeadilan.
Pengawasan terhadap data pemilih dilakukan secara berkelanjutan melalui mekanisme Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang dilaksanakan secara periodik oleh penyelenggara pemilu. Proses ini bertujuan menjaga agar data pemilih tetap akurat, mutakhir, dan komprehensif sebagai dasar penetapan daftar pemilih pada pemilu maupun pemilihan di masa mendatang.
Melalui pengawasan tersebut, Bawaslu memastikan setiap perubahan data seperti penambahan pemilih baru, pemilih yang pindah domisili, maupun pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat dapat diperbarui secara tepat. Partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga validitas data pemilih, terutama dengan memberikan masukan atau laporan apabila ditemukan ketidaksesuaian data di lapangan.
Wanda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi dengan turut berpartisipasi dalam pengawasan pemilu, termasuk memberikan informasi terkait data pemilih yang tidak akurat. Melalui kegiatan ini diharapkan semangat Ramadan dapat menjadi penguat komitmen seluruh pihak dalam menjaga integritas pengawasan serta memastikan akurasi data pemilih sebagai fondasi demokrasi yang transparan, inklusif, dan berkualitas.
Penulis dan Foto: Lulu Azizah
Editor: Derinah