Ketua Bawaslu DKI Jakarta dan Konsolidasi Demokrasi dalam Ruang Kelas
|
Jakarta Barat - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta melalui Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Munandar Nugraha dan Bawaslu Kota Jakarta Barat, hadir mengisi diskusi interaktif dengan mahasiswa di kelas belajar. Kegiatan ini dimulai pukul 14:20 dengan melibatkan Dosen mata kuliah Kewarganegaraan, Dian Anggraini, S. Psi. M.Psi dan 60 Mahasiswa Semester 2 Jurusan Ilmu Komunikasi dan Informatika Universitas Bina Nusantara Kampus Anggrek Kec. Palmerah Kota Jakarta Barat.
Dalam penyampaiannya, Ketua Bawaslu DKI Jakarta menjelaskan bahwa Bawaslu memiliki peran krusial dalam konsolidasi demokrasi, tidak hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga melalui edukasi di ruang kelas sebagai bagian dari optimalisasi langkah strategis dalam pencegahan potensi pelanggaran pemilu. Dalam upaya strategis tersebut, Bawaslu menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada para mahasiswa di kampus agar tercipta pengawasan partisipatif yang masif.
Pembahasan meliputi upaya Bawaslu dalam penguatan demokrasi dan relevansinya dengan otonomi daerah yang sedang dibahas dalam materi belajar, dan pelaksanaan Pilkada. Beberapa pertanyaan yang muncul di awal sebelum materi dibahas antara lain, fungsi lembaga Bawaslu dalam pemilu dan peran Bawaslu dalam pengawasan pemilu serta apa peran aktif mahasiswa dalam memperkuat demokrasi dan pemilu.
Bawaslu aktif melakukan edukasi ke kampus (seperti, program Bawaslu Goes to Campus atau program pendidikan dan pelatihan bagi pemilih) untuk menanamkan pemahaman kepemiluan kepada mahasiswa sebagai pemilih cerdas. Pendidikan Pemilih Pemula, mengedukasi siswa tentang bahaya politik uang, pentingnya hak pilih, dan mengenali berita bohong (hoaks) terkait pemilu. Pengawasan Partisipatif, mengajak mahasiswa menjadi kader pengawas mandiri yang berani melaporkan pelanggaran, tidak hanya menjadi pemilih pasif.
Munandar Nugraha juga menjelaskan bahwasanya, otonomi daerah memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengatur urusannya sendiri, salah satunya adalah pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada). Demokrasi Lokal, melalui implementasi pelaksanaan Pilkada adalah pilar utama demokrasi lokal yang memungkinkan masyarakat memilih pemimpin daerahnya langsung. Kaitan dengan desentralisasi, Pilkada yang demokratis di tingkat daerah mencerminkan keberhasilan desentralisasi, di mana pemimpin yang terpilih merupakan representasi aspirasi rakyat setempat. Integritas Pilkada dan pelaksanaan Pilkada memerlukan pengawasan ketat dari seluruh masyarakat untuk memastikan tidak terjadi kecurangan, politik uang, atau penyalahgunaan fasilitas negara oleh petahana.
Relevansi Konsolidasi di kelas belajar kewarganegaraan dengan Pelaksanaan Pilkada tentu menjadi bagian penyelarasan peran bawaslu dan peran dosen di dalam kelas dalam memperkuat pemahaman demokrasi bagi mahasiswa. Penguatan demokrasi di ruang kelas tentu memiliki relevansi langsung dengan upaya memperkuat kualitas Pilkada. Menciptakan Pemilih Cerdas: mahasiswa yang memiliki literasi politik yang baik akan menjadi pemilih yang rasional dan tidak mudah terpengaruh politik uang (money politics) pada Pilkada. Menjadi bagian dari penyelenggaraan pemilu dan menjadi bagian dari pengawasan partisipatif (menjadi pelapor atau informan terhadap potensi dugaan pelanggaran pemilu) di lingkungan terdekat atau tinggal.
Pencegahan Dini: Edukasi di kampus diharapkan dapat mencegah potensi pelanggaran pemilu dan meningkatkan integritas demokrasi lokal dan meningkatnya partisipasi publik sebagai pemilih, penyelenggara pemilu maupun pengawasan partisipatif pemilu. Konsolidasi demokrasi di kelas diharapkan mampu mencetak generasi yang peduli terhadap kepemimpinan daerah, yang pada akhirnya akan meningkatkan partisipasi aktif dalam Pilkada serentak. Dengan demikian, Bawaslu mengonsolidasikan demokrasi dengan membangun kesadaran politik mahasiswa sebagai pemilih masa depan agar mampu menjaga integritas Pilkada sebagai wujud dari otonomi daerah yang sehat.
Penulis dan Foto: Fitriani
Editor: Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat