Kata-Kata Hari Ini: Mencoblos Itu Gratis, Tapi Membiarkan Orang Lain Menentukan Masa Depanmu Harganya Sangat Mahal
|
“Mencoblos itu gratis, tapi membiarkan orang lain menentukan masa depanmu tanpa perlawanan, harganya sangat mahal.”
Kalimat tersebut disampaikan oleh Anta Ovia Bancin, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat, sebagai pengingat bahwa menggunakan hak pilih bukan sekadar kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga bentuk keberanian untuk menentukan arah masa depan.
Dalam pemilu, setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pilihannya. Tidak membutuhkan biaya untuk datang ke TPS dan memberikan suara, tetapi keputusan untuk tidak menggunakan hak pilih dapat memiliki konsekuensi yang jauh lebih besar. Ketika kita memilih untuk tidak berpartisipasi, keputusan tentang siapa yang akan memimpin dan kebijakan seperti apa yang akan menentukan kehidupan masyarakat justru dapat lebih banyak ditentukan oleh orang lain.
Karena itu, menggunakan hak pilih menjadi salah satu bentuk partisipasi paling sederhana dalam demokrasi. Namun, partisipasi tidak berhenti setelah mencoblos. Masyarakat juga memiliki peran untuk mengenali calon, memahami program dan rekam jejaknya, serta turut mengawasi jalannya proses pemilu.
Sebab, demokrasi bukan hanya tentang memilih siapa yang akan mendapatkan suara terbanyak. Demokrasi juga tentang memastikan setiap suara diberikan secara sadar, bebas dari tekanan, dan bertanggung jawab.
Mencoblos memang gratis. Tetapi menyerahkan masa depan kepada orang lain tanpa berusaha menentukan pilihan sendiri, bisa menjadi harga yang jauh lebih mahal.
Penulis: Fachrur Rozi
Editor: Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat