Forum RP4 Bawaslu Jakarta Barat, Ketua Bawaslu Kota Bekasi Tegaskan Pentingnya Ruang Kerja Aman dari Kekerasan Seksual
|
Jakarta Barat – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Administrasi Jakarta Barat sukses menggelar forum virtual RP4 (Ruang Perempuan Pemilu dan Pengawasan Partisipatif) melalui kanal Zoom Meeting dan live streaming YouTube Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat pada Kamis (25/6/2026) mulai pukul 14.00 WIB.
Edisi RP4 kali ini mengangkat tema yang sangat mendalam dan berani, yaitu "Konsolidasi Demokrasi Inklusif: Perempuan dan Kekerasan Seksual di Lingkungan Privat dan Publik". Forum lintas wilayah ini turut dihadiri dan diwarnai oleh sambutan penuh inspirasi dari Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Vidya Nurrul Fathia.
Apresiasi atas Kolaborasi dan Ruang Inklusif Bawaslu Jakbar
Mengawali sambutannya, Vidya Nurrul Fathia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran Bawaslu Kota Jakarta Barat atas undangan dan kesempatan kolaborasi yang diberikan dalam forum strategis ini. Ia menilai inisiatif Bawaslu Jakarta Barat melalui wadah RP4 merupakan langkah progresif dalam merajut konsolidasi demokrasi yang tidak hanya fokus pada aspek elektoral, tetapi juga menyentuh nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan gender.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bawaslu Kota Jakarta Barat yang telah mengundang kami untuk hadir dan berbagi perspektif di forum yang luar biasa ini. Kehadiran RP4 menjadi bukti nyata bahwa lembaga pengawas pemilu memiliki kepedulian yang tinggi terhadap isu perlindungan perempuan," ungkap Vidya.
Menghapus Ketimpangan, Mendorong Budaya Kerja Responsif Gender
Dalam poin inti sambutannya, Vidya menyoroti bahwa esensi dari demokrasi yang inklusif harus dimulai dari hulu, yaitu lingkungan terdekat kita sendiri. Ia menekankan bahwa seluruh instansi publik, organisasi, termasuk jajaran pengawas pemilu di berbagai wilayah, memikul tanggung jawab besar untuk menciptakan lingkungan dan budaya kerja yang aman dan nyaman.
Menurutnya, rasa aman ini mencakup dua pilar utama yang saling bertaut:
Bebas dari Kekerasan Seksual: Ruang kerja harus menjadi zona aman di mana tidak ada toleransi sekecil apa pun (zero tolerance) bagi tindakan pelecehan, baik yang bersifat verbal, fisik, maupun psikis.
Kesetaraan Gender yang Substantif: Perempuan harus diberikan ruang, hak, dan kesempatan yang setara untuk berkontribusi, memimpin, serta mengambil keputusan strategis tanpa dibayangi stigma atau diskriminasi.
Lebih lanjut, Vidya mengajak seluruh peserta forum untuk merefleksikan bahwa perjuangan melawan kekerasan seksual di lingkungan privat maupun publik adalah tugas kolektif. Budaya kerja yang sehat dan adil gender secara otomatis akan meningkatkan kualitas kerja kelembagaan dalam mengawal hak-hak politik masyarakat.
"Kita tidak bisa mewujudkan demokrasi yang inklusif di luar sana jika kita belum mampu menjamin lingkungan dan budaya kerja kita di dalam bersih dari kekerasan seksual serta ketimpangan gender. Kita harus menjadi teladan," tegasnya.
Jalannya forum RP4 ini berlangsung sangat dinamis dan interaktif, dihadiri oleh berbagai organisasi perempuan seperti Fatayat NU, Korpri, hingga Aisyiyah secara virtual. Bagi masyarakat yang ingin menyimak kembali seluruh rangkaian diskusi, rekaman utuh kegiatan dapat diakses melalui kanal YouTube resmi Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat.
Penulis dan Foto: Derinah
Editor: Humas Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat