Di Tengah Terik Matahari dan Tertutupnya Pintu Warga, Semangat Pengawasan Coktas Tetap Menyala
|
Jakarta Barat – Di balik proses pemutakhiran data pemilih yang terlihat administratif, terdapat kerja lapangan yang penuh tantangan. Hal tersebut dirasakan oleh tim pengawasan Bawaslu Kota Jakarta Barat saat melaksanakan pengawasan kegiatan Pencocokan dan Penelitian Data Pemilih Terbatas (Coktas) pada Kamis (21/5) di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk, tepatnya di kawasan Perumahan Greenville dan sekitarnya.
Tim yang terdiri dari Rahardianti Kusumo Astuti (Kasubbag PPPSPH Bawaslu Kota Jakarta Barat), Eko Sunaryo (Staf KPU Kota Jakarta Barat), serta Lulu Azizah dan Ririn Dian Mastuti dari Bawaslu Kota Jakarta Barat, bertugas melakukan pencocokan dan penelitian terhadap data pemilih luar negeri maupun data yang terindikasi tidak padan.
Sejak pagi hari, tim menyusuri sejumlah alamat yang tercantum dalam daftar data pemilih. Cuaca yang cukup panas tidak menyurutkan langkah tim untuk memastikan setiap data dapat diverifikasi secara langsung sesuai prosedur yang berlaku.
Namun, di tengah pelaksanaan kegiatan tersebut, tim menghadapi tantangan yang tidak terduga. Beberapa warga yang menjadi sasaran pencocokan data memilih untuk tidak membuka pintu rumah mereka. Ketidakpercayaan terhadap pihak yang datang, termasuk petugas dari KPU dan Bawaslu, menjadi salah satu kendala yang dihadapi di lapangan.
Situasi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri. Padahal, kegiatan Coktas dilakukan untuk memastikan data pemilih yang digunakan dalam penyelenggaraan pemilu tetap akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pemutakhiran data pemilih kerap menjadi hambatan yang harus dihadapi oleh petugas di lapangan.
Meski demikian, tim tetap berupaya menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan pendekatan yang persuasif dan humanis. Berbagai penjelasan mengenai tujuan kegiatan serta identitas petugas disampaikan kepada warga untuk membangun kepercayaan dan memastikan proses pencocokan data dapat berjalan dengan baik.
Rahardianti Kusumo Astuti menyampaikan bahwa tantangan seperti ini menjadi bagian dari dinamika pelaksanaan pengawasan di lapangan. Menurutnya, kehadiran Bawaslu tidak hanya untuk mengawasi tahapan pemilu, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya data pemilih yang akurat.
"Kami memahami bahwa tidak semua masyarakat langsung percaya atau memahami tujuan kedatangan petugas. Namun, justru di situlah pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan warga. Data pemilih yang akurat merupakan hak setiap warga negara dan menjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan pemilu yang berkualitas," ujar Rahardianti.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa berbagai kendala yang ditemui tidak mengurangi komitmen tim untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan.
"Meskipun menghadapi sejumlah hambatan di lapangan, semangat teman-teman tidak surut. Kami tetap melaksanakan tugas sesuai prosedur karena setiap data yang berhasil diverifikasi merupakan bagian dari upaya menjaga hak pilih masyarakat," tambahnya.
Kegiatan Coktas ini menjadi pengingat bahwa menjaga kualitas data pemilih bukan hanya tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat. Dengan keterbukaan dan kerja sama dari seluruh pihak, proses pemutakhiran data pemilih dapat berjalan lebih optimal sehingga hak konstitusional setiap warga negara dapat terlindungi dengan baik.
Di tengah teriknya matahari dan pintu-pintu yang tak terbuka, semangat pengawasan tetap menyala. Sebab bagi Bawaslu, setiap data yang dicocokkan adalah bagian dari ikhtiar menjaga demokrasi.
Penulis dan Editor: Lulu Azizah
Foto: Eko Sunaryo