Bawaslu Goes to Campus: Mendorong Mahasiswa Menjadi Pengawas Partisipatif untuk Demokrasi Berintegritas
|
Jakarta Barat – Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat terus berupaya memperluas pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif melalui program Bawaslu Goes to Campus. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana untuk menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang belajar yang strategis dalam membangun kesadaran politik, serta meningkatkan partisipasi generasi muda dalam mengawal proses demokrasi yang berintegritas.
Melalui program tersebut, mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan pemilu. Selain sebagai pemilih yang kritis, mahasiswa juga didorong untuk menjadi bagian dari pengawas partisipatif yang turut menjaga kualitas demokrasi dan memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai dengan prinsip jujur, adil, dan demokratis.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMO dan Diklat) Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat, Fitriani, menjelaskan bahwa kehadiran Bawaslu di lingkungan akademis merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkenalkan kelembagaan Bawaslu sekaligus membangun kesadaran politik di kalangan mahasiswa.
“Kampus merupakan ruang yang sangat penting untuk menumbuhkan budaya demokrasi yang sehat. Melalui Bawaslu Goes to Campus, kami ingin mengenalkan tugas, fungsi, dan peran Bawaslu sekaligus mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam mengawal jalannya demokrasi,” ujar Fitriani.
BAwaslu Kota Jakarta Barat sudah mengadakan program ini dibeberapa kampus, diantaranya Binus University, Ukrida Jakarta, UNJ, Mercu Buana, dan Esa Unggul. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai tugas dan fungsi Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu. Edukasi ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan generasi muda tentang pentingnya pengawasan dalam setiap tahapan pemilu, mulai dari pencegahan hingga penanganan pelanggaran.
Selain itu, Fitriani menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan oleh lembaga pengawas semata. Menurutnya, keberhasilan pengawasan sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai kelompok yang memiliki kapasitas intelektual, daya kritis, serta kepedulian sosial yang tinggi.
“Pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab Bawaslu. Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang dapat membantu mengawasi, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta menyuarakan nilai-nilai demokrasi yang berintegritas,” katanya.
Melalui Bawaslu Goes to Campus, mahasiswa juga diajak untuk meningkatkan kepekaan terhadap berbagai potensi pelanggaran yang dapat terjadi dalam proses demokrasi. Dengan pemahaman yang baik, mahasiswa diharapkan mampu berperan aktif dalam upaya pencegahan, memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, serta melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam memperkuat konsolidasi demokrasi melalui pendekatan edukatif. Kampus dipandang sebagai mitra strategis dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tetapi juga memiliki komitmen untuk menjaga integritas pemilu.
Kegiatan berlangsung dengan interaktif melalui diskusi dan pertukaran gagasan mengenai tantangan demokrasi serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif. Antusiasme mahasiswa menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya peran masyarakat dalam mengawal demokrasi terus tumbuh di kalangan akademisi muda.
Penulis: Derinah
Foto: Fitriani
Editor: Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat