Lompat ke isi utama

Berita

Berani Bicara, Berani Berbeda: Bawaslu Jakarta Barat Dorong Psychological Safety

Tangkapan layar oleh Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat

Tangkapan layar oleh Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat

Jakarta Barat - Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting yang membahas pentingnya psychological safety dalam membangun lingkungan kerja yang terbuka, kolaboratif, dan mendukung setiap anggota tim untuk menyampaikan pendapat.

Dalam paparan tersebut, psychological safety dijelaskan sebagai kondisi ketika anggota tim merasa cukup aman untuk menyampaikan pertanyaan, kekhawatiran, kesalahan, kebutuhan bantuan, maupun pandangan yang berbeda dan relevan dengan pekerjaan tanpa takut dipermalukan atau mendapatkan hukuman yang tidak proporsional.

Konsep tersebut menjadi penting karena dalam lingkungan kerja, tidak semua persoalan dapat terlihat apabila setiap individu memilih untuk diam. Sebelumnya, materi juga membahas sejumlah alasan seseorang memilih diam, antara lain karena takut terhadap konsekuensi, merasa pendapatnya tidak akan mengubah keadaan, serta keinginan untuk menjaga relasi.

Budaya diam tersebut apabila dibiarkan dapat menimbulkan dampak yang lebih luas. Informasi mengenai risiko yang sebenarnya sudah diketahui dapat terlambat disampaikan atau bahkan tidak tersampaikan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi proses analisis, pengambilan keputusan, hingga penanganan permasalahan.

Melalui penerapan psychological safety, anggota tim didorong untuk memiliki keberanian menyampaikan informasi dan berkomunikasi secara terbuka. Dalam materi tersebut, terdapat beberapa aspek penting yang perlu dibangun dalam lingkungan kerja, yaitu aman menyampaikan kekhawatiran, bebas bertanya, belajar dari kesalahan, meminta dan memberikan bantuan, serta menghargai pandangan yang berbeda.

Lingkungan kerja yang aman secara psikologis bukan berarti setiap pendapat harus selalu disetujui. Sebaliknya, psychological safety menciptakan ruang bagi setiap anggota tim untuk menyampaikan perspektif secara konstruktif, termasuk ketika terdapat perbedaan pandangan maupun ketika terjadi kesalahan.

Kondisi tersebut juga dapat mendukung proses pembelajaran di dalam organisasi. Kesalahan yang disampaikan secara terbuka dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan, sementara kebutuhan bantuan yang dikomunikasikan sejak awal dapat mencegah suatu persoalan berkembang menjadi lebih besar.

Bagi lembaga yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pengawasan pemilu, komunikasi yang terbuka menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan setiap informasi dapat ditindaklanjuti secara tepat. Dengan adanya lingkungan kerja yang mendukung keterbukaan, potensi risiko dapat lebih cepat diketahui dan keputusan dapat diambil berdasarkan informasi yang lebih lengkap.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat diharapkan dapat terus membangun budaya kerja yang mendorong keterbukaan, kolaborasi, keberanian menyampaikan pendapat, serta saling menghargai.

Pada akhirnya, menciptakan psychological safety bukan hanya tentang membuat anggota tim merasa nyaman, tetapi juga memastikan setiap orang memiliki ruang untuk berbicara ketika ada yang perlu disampaikan, bertanya ketika belum memahami, meminta bantuan ketika membutuhkan, dan belajar ketika terjadi kesalahan.

Penulis: Rahardianti Kusumo Astuti

Editor: Lulu Azizah