Lompat ke isi utama

Berita

Hari Anak Nasional: Pilihan Hari Ini, Masa Depan Anak Esok Hari

-

Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi dan melindungi hak-hak anak. Anak berhak memperoleh pendidikan yang layak, layanan kesehatan yang memadai, lingkungan yang aman, perlindungan dari kekerasan, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Pemenuhan hak-hak tersebut merupakan tanggung jawab bersama, baik oleh keluarga, masyarakat, maupun negara.

Dalam negara demokrasi, salah satu cara masyarakat menentukan arah pemenuhan hak-hak tersebut adalah melalui pemilihan umum. Pemilu bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga menentukan arah kebijakan yang akan dijalankan selama masa pemerintahan. Berbagai keputusan yang diambil oleh para pemimpin terpilih akan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, termasuk terhadap anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa.

Kebijakan mengenai anggaran pendidikan, peningkatan kualitas sekolah, pemerataan akses kesehatan, pemenuhan gizi, perlindungan anak dari kekerasan dan perundungan, pembangunan ruang bermain yang aman, hingga perlindungan anak di ruang digital merupakan contoh kebijakan publik yang berada dalam kewenangan pemerintah. Oleh karena itu, pemimpin yang dipilih melalui proses demokrasi memiliki peran penting dalam menentukan prioritas pembangunan yang berdampak langsung terhadap terpenuhinya hak-hak anak.

Hak anak sendiri telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, berkembang, serta memperoleh perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Amanat konstitusi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan dan program pemerintah yang pelaksanaannya sangat dipengaruhi oleh komitmen para pemimpin dalam menjalankan pemerintahan.

Di sinilah pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemilu. Setiap suara yang diberikan bukan hanya menentukan siapa yang akan memimpin, tetapi juga menentukan arah kebijakan publik yang akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pilihan yang didasarkan pada rekam jejak, integritas, kapasitas, dan komitmen terhadap kepentingan publik akan mendorong lahirnya pemerintahan yang mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, termasuk bagi anak-anak.

Dalam perspektif pengawasan pemilu, masyarakat juga memiliki peran untuk mengawal agar proses demokrasi berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas. Pemilu yang berkualitas akan menghasilkan kepemimpinan yang memiliki legitimasi kuat untuk menjalankan amanat konstitusi, termasuk memenuhi hak-hak anak sebagai bagian dari hak asasi manusia yang wajib dihormati, dilindungi, dan dipenuhi oleh negara.

Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa masa depan anak tidak hanya dibentuk oleh kasih sayang keluarga dan pendidikan di sekolah, tetapi juga oleh kebijakan publik yang lahir dari proses demokrasi. Karena itu, menjaga kualitas pemilu berarti turut menjaga kualitas kebijakan yang akan menentukan masa depan generasi penerus bangsa.

Demokrasi yang sehat bukan hanya menghasilkan pemimpin, tetapi juga menghadirkan harapan bagi setiap anak Indonesia untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, cerdas, dan penuh kesempatan. Melalui pemilu yang berintegritas, masyarakat turut mengambil bagian dalam membangun masa depan yang lebih baik, karena setiap pilihan hari ini dapat menjadi penentu terpenuhinya hak-hak anak di masa yang akan datang.

Penulis: Lulu Azizah

Editor: Derinah