Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Membelajarkan: Wujud Komitmen Bawaslu Sebagai Lembaga Publik Terpercaya

humas 3 Agustus 2026

Anggota Bawaslu RI, Herwyn J. Malonda, Menyampaikan beberapa hal penting dalam Bawaslu Membelajarkan Volume 2 secara Daring

Jakarta Barat - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terus berinovasi dalam memperkuat kapasitas kelembagaan demi mewujudkan pemilu yang berintegritas dan berkualitas. Sebagai bentuk komitmen nyata sebagai lembaga publik yang terpercaya, Bawaslu secara resmi menggelar program penguatan SDM bertajuk "Bawaslu Membelajarkan Volume 2" secara daring pada Kamis (30/7/2026). 

Program yang mengusung tema “Ekosistem Kolaborasi untuk Pengawasan Pemilu 2029” ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan kepemiluan yang kian kompleks. Melalui kegiatan ini, Bawaslu berkomitmen membangun budaya organisasi pembelajar (learning organization) serta memperkuat sistem manajemen pengetahuan (knowledge management) di seluruh jajaran pengawas pemilu, mulai dari tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota. 

Pengalaman Pemilu 2024 Jadi Modal Berharga

Anggota Bawaslu RI, Herwyn J. Malonda, mengungkapkan bahwa pesatnya perkembangan sistem pemilu, transformasi digital, perubahan regulasi, serta tingginya ekspektasi masyarakat menuntut jajaran pengawas untuk tidak hanya memahami aspek normatif dan prosedural. Pengawas pemilu masa kini juga dituntut memiliki kemampuan analitis, manajerial, kepemimpinan, komunikasi publik, serta mahir memanfaatkan teknologi informasi. 

"Pengalaman dari penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 memberikan banyak pelajaran penting terkait praktik pengawasan, penegakan hukum, hingga tata kelola kelembagaan. Pengalaman tersebut merupakan aset pengetahuan kelembagaan (institutional knowledge) yang wajib didokumentasikan, dikembangkan, dan disebarluaskan sebagai pembelajaran bersama," ujar Herwyn. 

Ruang Pembelajaran Kolaboratif dan Transparan bagi Publik

Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2 hadir sebagai ruang belajar terstruktur yang mengintegrasikan kajian konseptual, pengalaman lapangan, hingga praktik-praktik baik (best practices). Metode pembelajarannya pun dibuat interaktif melalui penyusunan materi berbasis topik, video pembelajaran, presentasi ilmiah, hingga forum diskusi nasional. 

Selain untuk meningkatkan kompetensi internal, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi pengawasan pemilu bagi masyarakat luas. Melalui publikasi yang transparan sebelum dan sesudah kegiatan, publik dapat melihat secara langsung komitmen dan kinerja Bawaslu yang tetap bekerja secara optimal, adaptif, dan profesional meskipun di tengah tantangan efisiensi anggaran. 

Melalui pembentukan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan ini, Bawaslu siap memperkuat kesiapan seluruh pengawas pemilu dalam meningkatkan kualitas pengawasan menuju Pemilu dan Pemilihan 2029 mendatang. 

Penulis: Fitriani
Editor: Humas Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat