Lompat ke isi utama

Berita

Hari Perempuan Internasional: Membangun SDM Perempuan yang Berdaya untuk Demokrasi yang Berkualitas

-

Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women's Day) sebagai momentum untuk mengapresiasi kontribusi perempuan di berbagai bidang sekaligus mendorong terwujudnya kesetaraan kesempatan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Peringatan ini tidak hanya menjadi simbol perjuangan perempuan, tetapi juga pengingat bahwa pembangunan yang berkelanjutan memerlukan partisipasi seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

Dalam perspektif Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan (SDMO dan Diklat), Hari Perempuan Internasional memiliki makna yang erat dengan upaya membangun sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan berintegritas. Kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan, pelatihan, serta pengembangan kompetensi merupakan fondasi penting dalam menciptakan organisasi yang adaptif dan berkinerja tinggi.

Di lingkungan penyelenggara pemilu, perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya pemilu yang demokratis dan berintegritas. Kontribusi perempuan tidak hanya terlihat dalam proses pengawasan pemilu, tetapi juga dalam penyusunan kebijakan, penguatan kelembagaan, pengelolaan organisasi, hingga pelaksanaan pendidikan politik kepada masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas perempuan melalui berbagai program pengembangan kompetensi menjadi investasi penting bagi kemajuan organisasi.

Divisi SDMO dan Diklat memiliki peran dalam memastikan bahwa setiap pegawai memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dirinya. Berbagai kegiatan seperti pendidikan dan pelatihan, bimbingan teknis, peningkatan kompetensi, hingga pengembangan kepemimpinan menjadi bagian dari upaya membentuk aparatur yang mampu menjawab tantangan penyelenggaraan pemilu yang semakin kompleks.

Peringatan Hari Perempuan Internasional juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang inklusif, profesional, dan saling menghargai. Lingkungan kerja yang memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang akan mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi, dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Pada akhirnya, membangun demokrasi tidak hanya dilakukan melalui penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil, tetapi juga melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Dengan memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi, organisasi akan semakin kuat dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Semangat Hari Perempuan Internasional menjadi pengingat bahwa pemberdayaan perempuan merupakan bagian dari upaya mewujudkan demokrasi yang inklusif, berintegritas, dan berkelanjutan.

Penulis: Lulu Azizah

Editor: Humas Bawaslu Kota Jakarta Barat

Sumber Foto: Pinterest